Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2011

7 Prinsip Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Internasional

7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Internasional

  1. Kemanusiaan (humanity)
  2. Kesamaan (impartiality)
  3. Kenetralan (neutrality)
  4. Kemandirian (independence)
  5. Kesukarelaan (voluntary service)
  6. Kesatuan (unity)
  7. Kesemestaan (universality)




 Jadi, setiap sukarelawan harus memahami, memaknai serta mengamalkan 7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Internasional tersebut guna membentuk pribadi sukarelawan sejati.

Kamis, 03 Maret 2011

Tujuan, Visi dan Misi

Tujuan Pendirian UKM KSR PMI Unit Politeknik Negeri Semarang

UKM KSR PMI Unit Politeknik Unit Semarang didirikan dengan tujuan yang mulia yaitu :
  1. Menyiapkan mahasiswa sebagai kader Palang Merah Indonesia
  2. Ikut berperan aktif pada kegiatan kepalangmerahan di dalam dan di luar kampus
  3. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang kepalangmerahaan
  4. Menumbuhkan rasa kepedulian dan persaudaraan terhadap sesama manusia
  5. Menumbuhkan dan meningkatkan kedisiplinan anggota


 Visi dan Misi UKM KSR PMI Unit Politeknik Negeri Semarang

  • Visi : Mewujudkan UKM KSR yang religius, profesional, menguasai ilmu kepalangmerahan, dapat bekerjasama baik ke dalam maupun ke luar dalam naungan PMI
  • Misi
  1. Menjalin hubungan yang baik dengan pihak intern maupun ekstern Polines
  2. Bekerjasama dan berpartisipasi dalam kegiatan ormawa sebagai tim kesehatan
  3. Berkomunikasi dengan seluruh anggota untuk mempererat tali persaudaraan
  4. Penyadaran keloyalitasan anggota terhadap KSR
  5. Mengadakan latihan rutin
  6. Mengadakan kajian rutin

Sejarah Singkat Palang Merah Internasional (Red Cross)


Pada tanggal 24 Juni 1859 di kota Solferino Italia Utara, pasukan Perancis dan Italia sedang bertempur melawan pasukan Austria dalam suatu pertempuran yang mengerikan. Berawal dari pertempuran itu muncullah dua gagasan dari seorang berkewarganegaraan Swiss, Henry Dunant.
Pertama, membentuk organisasi sukarelawan yang disiapkan untuk menolong prajurit yang cedera.
Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta sukarelawan dari organisasi tersebut.

Sebagai tindak lanjutnya beliau menyusun buku berjudul "The Memorial of Solferino" yang berisikan harapan untuk membentuk perhimpunan bantuan sosial. Pada tahun 1863 di Jenewa diadakan pertemuan yang dikenal dengan Komite Jenewa dan dihadiri sekitar 12 orang.

Dalam musyawarah tersebut akhirnya diputuskan untuk membentuk Komunite Internasional untuk bantuan para tentara yang cedera, yang sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan diambilnya suatu lambang yaitu tanda palang merah dengan dasar warna putih.