Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011

Efek Merokok Pada Kulit

Merokok dapat menyebabkan penyakit serius. Tentu kita sudah tahu tentang hal itu. Apalagi dibungkus rokok sudah dibuat teks peringatan yang menjelaskan bahwa merokok menyebabkan risiko kesehatan. Tidak habis pikir masih banyak saja orang yang suka merokok, mungkin saja karena sudah kecanduan. Kulit menjadi rusak karena rokok, ya, rokok dapat merusak kulit, berikut ini dampak negatif rokok pada kulit.
 
 




Efek pada sirkulasi darah di kulit
zat tertentu dalam asap tembakau membuat pembuluh darah di kulit menyempit. Penyempitan ini mengurangi aliran darah ke kulit., sehingga pasokan oksigen dan nutrisi penting untuk berfungsinya sel-sel di kulit berkurang. Hal ini dapat menyebabkan kulit berwarna abu-abu.

Efek pada jaringan kulit
Zat tertentu dalam asap tembakau membuat degradasi pada jaringan ikat di kulit yang berdampak pada elastisitas kulit. Hal ini menyebabkan keriput dini dan lipatan di kulit. Orang yang merokok 15-20 rokok sehari rata-rata memiliki kulit keriput lebih banyak dari pada non-perokok yang 20 tahun lebih tua.

Efek pada rambut
Apakah ada hubunganya antara kebotakan dan merokok. Ya, tentu saja ada. Rontoknya rambut para perokok, mungkin saja disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Penyempitan pembuluh darah di kulit kepala menyebabkan akar rambut kekurangan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk berfungsi dengan benar. Para perokok juga memiliki uban lebih banyak dibandingkan non-perokok, hal ini mungkin disebabkan karena kekurangan oksigen dan nutrisi untuk folikel rambut.

Efek pada rongga mulut
Asap tembakau juga memiliki efek langsung pada selaput lendir di mulut. Kelainan lidah lebih sering terjadi pada perokok. Para perokok juga mengalami bau mulut (halitosis).
Selain itu asap tembakau dapat memicu kanker mulut dan bibir

Efek pada kulit
Ada hubungan kuat antara merokok dan psoriasis. Pada perokok, 3x lebih mudah untuk terkena psoriasis dibandingkan non-perokok. Berhenti merokok akan mengurangi efek dari psoriasis.
Ada bukti kuat bahwa merokok dapat memperburuk efek penyakit autoimun seperti lupus erythematosus bahkan dapat menjadi pemicunya. Sebuah Studi epidemiologis di Swedia juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara merokok dengan eksim tangan berkepanjangan.

Kesimpulan
Merokok memiliki efek negatif terhadap fungsi kulit dan meningkatkan pembentukan kerutan. Rokok juga mengambil peran penting dalam pengembangan kanker mulut dan bibir, menyebabkan bau mulut dan kondisi kulit yang kronis. Dengan berhenti merokok, anda dapat menghindari efek negatif yang bisa terjadi pada kulit anda.
 
 
Sumber : http://factsandhealth.blogspot.com/

Jumat, 04 Maret 2011

Kesehatan

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan. Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek. Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan' dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang. Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan secara khusus. Tujuan dan ruang lingkup secara umum, antara lain:
  1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  3. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.
Adapun tujuan dan ruang lingkup secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa:.
  1. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
  2. Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
  3. Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
  4. Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
  5. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
  6. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
  7. Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
  8. Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan

Tujuan Pembangunan Kesehatan

Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut:
  1. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
  2. Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan.
  3. Peningkatan status gizi masyarakat.
  4. Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas).
  5. Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Sumber : http://id.wikipedia.org/