Sabtu, 05 Maret 2011

Tips Untuk Menjaga Kebutuhan Air Dalam Tubuh

Tips Untuk Menjaga Kebutuhan Air Dalam Tubuh

 

 

Kebutuhan pokok
Bila tidak sedang latihan, Anda membutuhkan sekitar 2 liter air. Itu sekitar 8 gelas sehari. Anda harus menggantikan seluruh air yang hilang melalui keringat. Jumlahnya bervariasi tergantung durasi dan intensitas latihan dan suhu ruangan.

Periksa urin
Perhatikan urin Anda sebelum dan sesudah berolahraga. Lihat warnanya. Yang sehat adalah bening dengan sedikit warna kuning terang. Bila warnanya gelap dan baunya tajam, Anda kemungkinan dehidrasi. Jika demikian, segera minum air dan sediakan selalu botol berisi air ke manapun Anda pergi.
Perlu diingat bahwa beberapa obat, kondisi tubuh dan makanan dapat mempengaruhi warna dan bau urin.

Jangan tunggu haus untuk minum
Saat kita merasa haus, bisa dipastikan saat itu kita telah dehidrasi. Beberapa orang mungkin menunjukkan gejala kepala pusing dan turunnya kinerja. Bahkan dalam beberapa kasus, sangat mungkin kita  kehilangan berat badan tanpa merasa haus.

Karena kita kehilangan air setiap saat, kita perlu menggantikan cairan tubuh sedikit-sedikit namun sering. Sebaiknya Anda:
  • Siapkan botol air di mobil, meja kerja dan tas olahraga Anda.
  • Biasakan meneguk air saat latihan, meski tidak sedang haus.
  • Minum lebih banyak air bila hawanya panas dan Anda berkeringat.
  • Untuk olahraga tim atau latihan di luar ruangan, selalu siapkan botol berisi air di dekat Anda dan sempatkan untuk istirahat minum.
  • Minum setengah liter air dua jam sebelum olahraga.
  • Minum dua gelas air setelah berolahraga untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
Konsultasikan selalu dengan petugas kesehatan tentang kebutuhan hidrasi Anda. Jangan lupa selalu minum air sebanyak yang Anda keluarkan.


Sumber : http://www.aqua.com/

Air dan PMS (Pre- Menstrual Syndrome)

Pre-Menstrual Syndrome
Di susun oleh : Dr.dr. Dwi Susilowati SpGK, IBCLC. (PDGMI Cabang Jakarta)

Apa itu Pre-Menstrual Syndrome (PMS)?
c  PMS adalah suatu kondisi medis yang dijumpai pada 3 dari 4 wanita. PMS timbul  satu sampai dua minggu sebelum periode menstruasi mereka. Penyebabnya tak diketahui, namun PMS diduga disebabkan oleh perubahan hormon yang dialami wanita setiap bulannya.
Bagaimana gejalanya?
c  Gejala-gejala yang timbul berbeda untuk setiap individu. Gejala yang ada dapat mencakup: keluarnya jerawat, lekas marah, rasa kembung, kurangnya minat pada seks, emosi yang berubah-ubah, sembelit, tangan dan kaki bengkak, kelelahan, berat badan bertambah, sulit berkonsentrasi, depresi, diare, sakit kepala, nyeri payudara dan nyeri otot.

Bagaimana cara mengatasinya?
c  Tak ada satu cara yang cocok untuk semua orang.
c  Obat-obatan seperti ibuprofen, aspirin, naproxen dapat mengurangi kram, sakit kepala, pegal pegal dan ketidak nyamanan pada payudara.
c  Perubahan gaya hidup. Gaya hidup sehat merupakan langkah pertama untuk mengatasi PMS, yang terdiri dari olah raga teratur dan diet yang baik. Pada kebanyakan wanita dengan PMS ringan, cara ini cukup effektip untuk mengontrol gejalanya.
c  Diet. Pedoman umum untuk setiap diet sehat disarankan, termasuk makan banyak biji-bijian dan buah-buahan dan sayuran segar dan menghindari lemak jenuh dan “junk food”. Mengatur pola makan 14 hari sebelum haid dapat membantu sejumlah wanita dengan PMS.
c  Snack. Sering makan makanan kecil dari karbohidrat kompleks yang lebih baik daripada karbohidrat sederhana yang ditemukan dalam gula. Peningkatan asupan karbohidrat membantu perbaikan sindrom PSM. Karbohidrat meningkatkan kadar triptofan, suatu asam amino yang berubah menjadi serotonin, suatu senyawa kimia otak yang penting terkait dengan rasa nyaman.


c  Asam lemak. Beberapa penelitian melaporkan nyeri haid berkurang dengan asupan asam lemak omega-3 yang lebih tinggi (senyawa lemak yang ditemukan dalam ikan berminyak, seperti salmon dan tuna). Nampaknya ia juga mengurangi perdarahan berat pada remaja perempuan.
c  Garam. Pembatasan garam nampaknya dapat mengurangi kembung.
c  Kurangi kafein, gula, dan alcohol.
c  Kalsium. Bukti sekarang mendukung penggunaan kalsium untuk mengurangi gejala PMS. Makanan kaya Kalsium termasuk produk susu, sayuran hijau tua, kacang, biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan salmon kaleng dan sardin (termasuk tulangnya).
c  Suplemen. Tidak ada bukti kuat bahwa suplemen dapat mengurangi kram menstruasi. Bila hendak menggunakan suplemen dosis tinggi, bicarakan dulu dengan dokter anda.
c  Olah raga. Bukti menunjukkan bahwa olahraga, khususnya olahraga aerobik, meningkatkan opioid alami di otak yang disebut endorfin dan meningkatkan suasana hati. Latihan juga sangat penting dalam mempertahankan kesehatan fisik yang baik. Bahkan hanya berjalan-jalan selama 30 menit setiap hari bermanfaat. Meskipun tidak latihan aerobik, yoga mengurangi ketegangan otot, mengatur pernapasan, dan mengurangi stres. Praktek ini juga dapat membantu bagi perempuan menderita PMS.
c  Perbaiki tidur anda. Banyak wanita dengan PMS menderita masalah tidur, terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur; usahakan kebiasaan tidur yang lebih baik dapat membantu meringankan gejala PMS.
c  Pil Keluarga berencana Pil KB dikatakan dapat mengurangi gejala PMS, ini berita baik bagi perempuan yang perlu ber-KB.

Bagaimana air dapat mengurangi gejala PMS?
c  Diuretik juga membantu mengatasi kenaikan berat badan yang berhubungan dengan gejala retensi air. Mereka dapat meringankan kembung juga. Namun diuretik juga menyebabkan dehidrasi dan keluarnya sejumlah mineral penting yang dibutuhkan. Bila menggunakan diuretik, akan menguntungkan bila minum banyak cairan, hal ini sepertinya berlawanan, namun gejala dehydrasi yang timbul mirip dengan gejala PMS. Mungkin sebaiknya diuretik dihindari saja dan gunakan cara-cara penanggulangan yang lain.
c  Minum air 8-10 gelas perhari akan mengurangi terjadinya retensi air! Air juga dapat digantikan dengan cairan lain yang mengandung energi seperti juice. Air jadi lebih penting lagi bila timbul diarhea merupakan salah satu gejala PMS, sehingga cairan yang keluar dapat digantikan. Setiap kali diarhrea minumlah setidaknya satu gelas air tambahan. Secara umum, minum banyak cairan (air atau jus, bukan minuman ringan atau kafein) dapat membantu mengurangi kembung, retensi cairan dan gejala lainnya. 




Sumber : http://www.pdgmi.org/

Air Dan Pencegahan Terjadinya Stroke

Air Dan Pencegahan Terjadinya Stroke

Disusun oleh: Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc (PDGMI-Jaya)

Siapa yang belum pernah mendengar tentang stroke? Sering kita jumpai atau dengar seseorang tiba-tiba tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya alias lumpuh atau penglihatannya menjadi kabur atau kesulitan untuk berbicara atau sulit menjaga keseimbangan tubuh sampai dengan gejala yang berat seperti hilangnya kesadaran. Nah, kesemuanya itu bisa merupakan tanda utama dari stroke yang sangat penting untuk diwaspadai, agar dapat segera diambil tindakan untuk menyelamatkan dan/atau menghindari terjadinya keparahan yang lebih hebat.

PENCEGAHAN
Pencegahan selalu lebih baik dari mengobati, bukan? Nah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke, sebagai berikut:
  1. Upayakan agar tekanan darah dalam keadaan normal, karena tekanan darah yang tinggi merupakan faktor risiko penting yang dapat dimodifikasi untuk mencegah terjadinya stroke;
  2. Upayakan untuk menjaga kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, karena kadar kolesterol jahat yang normal akan mencegah terjadinya penebalan pada dinding pembuluh darah dan memperbaiki fungsi endotel;
  3. Berhenti merokok karena merokok dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko stroke;
  4. Melakukan kegiatan dan latihan fisik secara teratur serta menjaga berat badan selalu mendekati ideal untuk mencegah terjadinya stroke dan juga penyakit jantung dan pembuluh darah;
  5. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol karena alkohol dalam jumlah banyak akan mengganggu fungsi sel pembeku darah sehingga dapat membentuk sumbatan pembuluh darah;
  6. Tidak mengonsumsi obat dan bahan berbahaya seperti kokain dan amfetamin yang dapat meningkatkan tekanan darah dan mengakibatkan stroke;
  7. Konsumsi asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi gumpalan bekuan dalam pembuluh darah sehingga dapat mencegah terjadinya stroke;
  8. Dengan mengonsumsi banyak sayur, buah dan tumbuhan polong, ikan dan minyak zaitun (diet mediterania) telah terbukti dapat mengurangi risiko stroke sampai 50%.
APAKAH AIR MEMPUNYAI PERAN?
Pencegahan dari stroke antara lain adalah dengan menjaga kadar kolesterol jahat dalam darah dan tekanan darah dalam keadaan normal serta berat badan yang mendekati ideal. Dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik sangatlah penting untuk mencegah terbentuknya sumbatan dalam pembuluh darah organ jantung dan otak akibat endapan kolesterol jahat. Selain itu, hidrasi tubuh yang terjaga merupakan hal yang sangat penting untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi tanpa harus menggunakan obat-obat khusus maupun diuretika. Dengan mengonsumsi air sebelum makan akan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan karena lambungnya sudah terisi air yang tidak mengandung kalori. Selain itu sisa2 metabolisme dari program penurunan berat badan harus segera dibuang melalui ginjal sebagai urin.  



BAGAIMANA CARANYA UNTUK MENGETAHUI STATUS HIDRASI TUBUH KITA?
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menentukan status hidrasi tubuh. Tentunya masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangannya. Cara2 tersebut antara lain: 1) mengukur air tubuh total dengan dilusi; 2) mengukur osmolalitas dan volume plasma: 3) konsentrasi urin; 4) bioelectrical impedance; dan 5) pengukuran massa tubuh. Walaupun cara2 tersebut sangat canggih dan tepat untuk menentukan status hidrasi tubuh, namun sulit dan mahal untuk dilakukan di setiap saat.
Nah, ada cara yang praktis dan mudah serta tanpa biaya yang dapat dilakukan setiap saat dan dimana saja, baik di rumah maupun di tempat kerja. Caranya adalah dengan membandingkan warna urin kita dengan deretan warna yang ada di alat peraga PURI (periksa urin sendiri). Dengan menggunakan PURI ini maka kita dapat segera mengoreksi bila tubuh belum terhidrasi dengan baik dengan segera mengonsumsi air minum yang bersih, aman, dan sehat.

KESIMPULAN
Keseimbangan air dalam tubuh mempunyai pengaruh terhadap fungsi normal tubuh manusia. Hidrasi yang mencukupi dapat mempertahankan fungsi normal dari organ penting tubuh seperti ginjal, usus besar, otak, sistem jantung dan pembuluh darah yang erat kaitannya dengan pencegahan terjadinya stroke, karena dengan hidrasi yang baik dapat memastikan ketersediaan semua zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah yang memadai bagi seluruh sel tubuh kita.
Sekali lagi! Keseimbangan air dan hidrasi yang mencukupi adalah vital bagi manusia agar dapat mempertahankan keseimbangan dan fungsi tubuh yang optimal. Oleh karena itu, minum air setiap hari sesuai anjuran, yaitu sampai 2 L sehari agar dapat menjamin kesehatan tubuh.







Sumber : http://www.aqua.com/